1 Pengantar
Saat ini komputer bukan hanya sekadar alat bantu, tapi alat utama untuk melakukan aktivitas pengolahan dan visualisasi data geologi, baik dari penyimpanan, pengolahan dan penggunaan ulang suatu data. Dalam dunia kartografi (khususnya peta geologi) peta digital menjadi peta standard untuk penyimpanan data, karena tidak membutuhkan biaya yang besar untuk menyimpan dan mengelolanya. Di samping diperlukan waktu ekstra jika disimpan dalam format hardcopy.
Pada proses pengolahan data, komputer memberikan jaminan akurasi dan kecepatan. Tidak dibutuhkan waktu berhari-hari untuk menggambar suatu peta atau mengolah suatu data. Kesalahan rambatan dan kesalahan akibat manusia dapat dikurangi atau dihindari. Pada tulisan ini akan dibahas seberapa jauh pemanfaatan komputer untuk mendukung pekerjaan geologi.
2 Trend pemakaian komputer dalam ilmu kebumian
Dalam ilmu kebumian, komputer sudah bukan merupakan barang yang asing. Pemrosesan data geologi (perhitungan, modeling, dan visualisasi) akan menjadi cepat jika dilakukan dengan komputer. Saat ini komputer untuk pengolahan data geologi dapat dijumpai mulai dari komputer pribadi sampai komputer setingkat mainframe bahkan jika tidak punya uang yang cukup bisa dengan komputer cluster. Komputer cluster banyak dipakai untuk menggantikan superkomputer, karena dari segi harga superkomputer sangat mahal. Dalam dunia ilmu kebumian, komputer cluster dapat digunakan untuk menyimpan dan mengolah data yang besar dan cepat misalnya untuk aplikasi GIS atau pengolahan citra.
Beberapa masalah geologi yang dapat dilakukan dengan kemputer adalah sebagai berikut:
- Pengambilan data (pemetaan secara langsung di lapangan).
- Penyimpanan dan manajemen data
- Pengolahan dan manipulasi data
- Menampilkan/memvisualisasikan data
2.1 Pengambilan data dan pemetaan lapangan
Dengan adanya notebook atau laptop pengambilan data dan pemetaan langsung di lapangan dapat dilakukan, baik dari pemetaan peta dasar sampai pemetaan geologi detail. Keunggulan pemetaan yang dibantu dengan komputer antara lain, akurasi pengeplotan menjadi lebih tepat apalagi jika dibantu dengan GPS. Pengeplotan data koordinat dapat dilakukan secara otomatis sehingga tidak diperlukan waktu tambahan untuk memindahkan data lapangan ke atas kertas atau komputer pribadi. Data tambahan di luar peta geologi dapat di simpan sesuai dengan program yang digunakan (lebih baik dalam format ASCII).
2.2 Penyimpanan dan manajemen data
Proses penyimpanan dan manajemen data menjadi hal yang penting ketika kita akan memakai kembali atau membuat database dari data yang telah diambil. Data yang disimpan dalam format hardcopy akan membutuhkan waktu yang cukup banyak jika akan digunakan kembali untuk membuat suatu analisis, misalnya dibutuhkan waktu untuk mendigitize dan memasukkan data ulang. Ini suatu pekerjaan yang tidak efisien. Data yang disimpan dalam format digital dapat dikelola sesuai keinginan kita, apakah dengan klasifikasi data, penambahan data atau menghapus data yang sudah tidak valid.
2.3 Pengolahan dan manipulasi data
Data digital dapat diolah dan dimanipulasi sesuai dengan pendekatan metode yang digunakan. Penerapan metode terntentu untuk suatu data harus mempertimbangkan 2 hal, yaitu prinsip dari metode yang digunakan dan proses pengambilan data. Kadang kala suatu metode menjadi tidak tepat kalau digunakan untuk menganalisis data tertentu yang pengambilannya tidak mendasarkan prinsip pada metode yang digunakan. Sebagai contoh, pada pembuatan peta kontur yang dikenal ada 2 macam tipe penggridan (tiangulasi dan grid). Pada data yang tersebar sangat acak atau terkonsentrasi akan menghasilkan peta kontur yang tidak representatif jika dilakukan dengan grid, tapi akan lebih baik jika dilakukan dengan metode triangulasi. Begitu juga dalam metode grid yang paling tidak ada 5 macam metode grid. Kesalahan pemilihan metode akan menghasilkan visualisasi yang tidak representatif.
Terdapat banyak sekali metode analisis data yang dapat dipakai untuk geologi, tergantung bidang. Sebagai contoh untuk bidang petrologi dikenal ada beberapa macam program normatif, misalnya CIPW untuk analisis normatif batuan beku, lpnorm yang menggunakan prinsip Linear Programming dapat dipakai untuk semua jenis batuan, sednorm untuk batuan sedimen yang menggunakan prinsip kedewasaan mineral (urutan perhitungan berdasarkan kekuatan mineral), moduscalc yang menggunakan prinsip Niggli molekular(?), dan mesonorm untuk menghitung normatif batuan metamorf (metamorf tingkat tinggi).
2.4 Penampilan/visualisasi data
Penampilan/visualisasi data dapat berupa teks dan grafik. Saat ini banyak sekali program untuk pemrosesan teks dan grafik yang tersedia secara bebas di internet (lihat tabel 1). Bagaimana memilih program yang tepat? Di samping melihat metode yang disediakan oleh program, format data yang digunakan oleh suatu program dapat dijadikan bahan pertimbangan lain. Ada 2 macam format penyimpanan data yang dapat dihasilkan oleh suatu program, yaitu text (ASCII) dan biner. Pemilihan format data perlu mempertimbangkan jangka waktu, interoperabilitas program. Format data biner biasanya hanya dapat dibaca oleh program yang digunakan dan biasanya tidak berlaku surut ke belakang, maksudnya file biner yang dihasilkan program versi baru tidak bisa secara pasti dibaca oleh program versi sebelumnya. Format data ASCII atau text merupakan pilihan yang tepat untuk menyimpan data, karena tidak dibatasi oleh waktu dan jenis program. Semua program dapat membaca data dalam format ASCII.
Sumber : http://www.warmada.staff.ugm.ac.id/Modules/introduce.html
Berdasarkan ukuran
Embedded System
Sumber : http://bebas.vlsm.org/v06/Kuliah/SistemOperasi/2003/41/produk/SistemOperasi/c1.html
Berdasarkan kegunaan
Untuk melihat bagaimana perbedaan antara restoran yang menggunakan sistem terkomputerisasi dengan restoran yang masih menggunakan cara manual (tanpa komputer), terlebih dahulu kita harus membahas cara kerja masing-masing sistem.
Pada restoran yang masih menggunakan cara manual, pada saat pelangan masuk biasanya langsung didatangi oleh pelayan untuk membantu pemesanan makanan. Menu-menu yang dipesan oleh pelanggan ditulis pada kertas rangkap 2, satunya dikasih ke kasir untuk keperluan bill sementara satunya lagi dikasih ke dapur agar dapur mulai memasak pesanan pelanggan.
Umumnya kasir duduk di depan sebuah meja besar, dimana dimeja tersebut sudah tersusun dengan rapi bill-bill untuk masing-masing pelanggan. Semakin besar ukuran restoran, maka semakin banyak pula bill yang tersusun di depan kasir. Pada saat ada pelanggan yang meminta bill, pertama-tama kasir akan melirik ke meja pelanggan tersebut atau menanyakan langsung ke pelanggan untuk mendapatkan nomor meja yang dipakai oleh pelanggan. Lalu kasir akan sibuk mencari bill untuk meja yang bersangkutan dari kumpulan bill yang berada di depannya. Seusai mendapatkan bill, kasir terlebih dahulu memeriksa harga untuk menu-menu yang telah dipesan oleh pelanggan, setelah memastikan seluruhnya beres barulah kasir memberikan bill kepada pelanggan untuk pembayaran.
Untuk restoran-restoran berskala kecil, cara kerja seperti ini tidak menjadi masalah. Namun untuk restoran besar, dengan jumlah meja tamu yang lebih banyak dari 20, pelayanan dari kasir akan menjadi sangat lambat. Apalagi pada saat restoran sedang penuh dengan pelanggan.
Cara kerja restoran yang menggunakan sistem terkomputerisasi berbeda dari yang diatas. Pada saat pelangan masuk ke restoran, pelayan akan mendatangi pelanggan untuk pemesanan makanan. Pesanan ditulis dalam kertas biasa, tidak perlu rangkap 2. Setelah itu pesanan langsung dimasukkan ke komputer terdekat. Dari komputer tersebut, pelayan dapat memerintahkan printer yang berada di dapur untuk mencetak pesanan makanan. Jadi tidak perlu mengantarkan kertas pesanan ke dapur.
Informasi pesanan yang dimasukkan ke komputer secara otomatis akan mengalir ke pihak-pihak yang membutuhkannya, termasuk kasir. Jadi pada saat ada pelanggan yang ingin meminta bill, kasir cukupmemasukkan nomor meja pelanggan tersebut ke komputer, lalu komputer langsung mencetak billnya. Harga sudah langsung dihitung secara otomatis oleh komputer. Pelayanan akan menjadi semakin cepat.
Akurasi Pelayanan Restoran
Pada saat restoran sedang penuh dengan pelanggan, sering terjadi kesalahan-kesalahan seperti:
* makanan dihantar ke meja yang salah
* makanan yang dipesan oleh pelanggan tidak dimasak oleh dapur
* pelanggan yang datangnya belakangan mendapatkan makanan terlebih dahulu
* makanan disajikan dua kali ke pelanggan yang sama, padahal yangdipesan hanya satu
Kesalahan-kesalahan seperti ini sifatnya lebih ke arah kesalahan informasi. Kesalahan dapat dikurangi dengan cara memberikan informasi yang tepat kepada pihak-pihak yang membutuhkannya. Sayangnya informasi-informasi yang dibutuhkan sangat sulit didapat untuk restoran yang masih menggunakan sistem manual. Berbeda dengan sistem yang terkomputerisasi, seluruh informasi yang dibutuhkan sudah tercatat pada komputer. Pihak yang membutuhkan dapat mengaksesnyamelalui terminal terdekat.
Untuk melayani tamu, kami membutuhkan informasi seperti jumlah tamu, nomor meja, daftar makanan yang dipesan, jam berapa pelanggan mulai memesan makanan, bagaimana status makanan yang sudah dipesan apakah sudah selesai dimasak atau belum, kata Robby Tjahaja, manajer IT Restoran Angke. Dengan keyakinan teguh bahwa komputer akan sangat membantu dalam operasional restoran, Robby berhasil merombak Restoran Angke Ketapang yang dulunya mengelola informasi hanya menggunakan kertas menjadi restoran canggih dengan sistem komputer terintegrasi. “Sekarang seluruh informasi yang kami perlukan dapat diakses hanya dengan beberapa kali klik.

Mencegah Kebocoran Keuangan
Sudah banyak pemilik restoran yang menghubungi kami yang menanyakan mengenai masalah security pada software kami. Mereka khawatir karyawan mereka akan mempermainkan keuangan restoran pada saat mereka sedang berada diluar restoran. Mereka berharap dengan menggunakan komputer, mereka mendapatkan sistem yang bisa mencegah kebocoran keuangan restoran.
Solusi untuk hal ini adalah dengan membatasi hak akses dari pemakai sistem. Dimulai dari backoffice, yang boleh mengubah harga menu makanan hanyalah pemilik restoran atau manejer level tinggi. Jadisejak awal harga makanan sudah ditetapkan di dalam sistem. Pada saat pelayan memasukkan pesanan pelanggan, sistem akan mengambil harga yang telah ditentukan tersebut untuk menghitung billnya.
Untuk sistem discount khusus, juga sudah diatur sejak awal melalui komputer. Misalkan saja restoran hendak mengadakan event happy hour, dimana apabila pelanggan datang diantara pukul 10.00 hingga pukul 14.00 mendapatkan discount khusus minuman sebesar 50%. Event seperti ini sudah dimasukkan terlebih dahulu ke dalam komputer, dan diatur supaya komputer dapat secara otomatis memberikan discount sebesar 50% kepada pelanggan-pelanggan yang memesan diantara pukul 10.00 hingga 14.00. Kasir sudah tidak perlu memasukkan harga makanan maupun discountnya. Dengan pembatasan hak akses terhadap harga menu dan discount seperti ini, restoran sudah mencegah kebocoran dari sisi kasir.
Cara lainnya adalah dengan cara menetapkan Standard Operational Procedure (SOP) untuk bagian dapur, agar dapur hanya menyiapkan makanan yang pesanannya dicetak oleh printer. Dengan demikian, maka kita dapat memastikan bahwa seluruh pesanan yang dimasak oleh dapur sudah tercatat di dalam komputer. Dan sistem komputerisasi akan meninggalkan jejak apabila makanan tersebut ternyata tidak dibayar. Jejak ini bisa dilihat oleh manejer dari laporan-laporan yang telah disiapkan, dan dapat dilacak untuk mengetahui siapa yang harus bertanggung jawab terhadap kasus tersebut.
Betapa besarnya peran sistem yang terkomputerisasi guna meminimalkan dan mencegah terjadinya kebocoran dana. Meminimalkan terjadinya kebocoran artinya yaitu dengan informasi yang cepat dan akurat maka kebocoran dapat segera terdeteksi; dan mencegah terjadinya kebocoran dana artinya yaitu pencegahan yang dilakukan oleh sistem agar tidak terjadi kebocoran. Tanpa adanya sistem yang terkomputerisasi, pemilik restoran terpaksa menghabiskan seluruh waktunya hanya untuk menjaga restoran. Kalau tidak, sektor keuangan bisa disalahgunakan oleh oknum karyawan.“
Menghitung Harga Pokok Penjualan Makanan
Salah satu masalah klasik yang dihadapi oleh restoran adalah kebanyakan dari mereka tidak tahu berapa biaya yang mereka keluarkan untuk membuat menu makanan yang mereka buat. Biasanya mereka hanya bisa memperkirakan biaya mereka, namun perkiraan ini juga tidak begitu akurat mengingat harga bahan makanan yang gampang berubah.
Masalah ini dapat dipecahkan dengan menggunakan sistem komputerisasi. Awalnya, pihak manajemen dapat memasukkan resep untuk masing-masing menu ke komputer. Misalkan saja untuk membuat nasi goreng dibutuhkan beras sebanyak 50 gram, telur ayam 2 butir dan daging ayam cincang 200 gram.
Pada saat ada pelanggan yang memesan satu porsi nasi goreng, maka komputer secara otomatis akan memotong jumlah stok beras sebanyak 50 gram, telur ayam sebanyak 2 butir dan daging ayam cincang sebanyak 200 gram dari gudang dapur. Dan harga dari masing-masing bahan sudah dihitung terlebih dahulu berdasarkan harga pembelian, misalkan saja sehari sebelumnya bagian pembelian baru membeli sekarung beras yang beratnya 50 kg dengan harga Rp. 250.000,-. Dari data pembelian tersebut komputer bisa menghitung bahwa biaya modal dari 50 gram beras adalah Rp. 250.-. Demikian juga dengan biaya modal dari telur dan daging ayam cincang dapat dihitung dari data pembeliannya. Dengan menjumlahkan biaya modal dari ketiga bahan tersebut, maka komputer dapat menghitung harga pokok penjualan dari menu nasi goreng secara akurat.
Selain untuk menghitung harga pokok penjualan, komputer juga berguna dalam hal pengontrolan stok. Dengan adanya perhitungan pemotongan stok berdasarkan resep, komputer dapat menyajikan jumlah stok terakhir berdasarkan perhitungan penjualan restoran. Kegunaan dari informasi ini adalah:
* Membantu bagian pembelian untuk menentukan bahan-bahan mana saja yang perlu dibeli. Apabila jumlah stok bahan sudah berada dibawah jumlah minimal, maka sistem secara otomatis dapat mengirimkan pesan ke bagian pembelian untuk membeli bahan tersebut.
* Membantu manajemen untuk mendeteksi kehilangan bahan makanan. Secara berkala, kepala gudang harus mencocokan kembali jumlah barang yang ada di gudang dengan jumlah barang yang tercatat di komputer. Apabila terjadi selisih dalam jumlah yang signifikan, maka pihak manajemenperlu mengadakan pemeriksaan terhadap stok bahan makanan.
Laporan
Hal yang paling menarik dari komputerisasi adalah laporannya. Anda bisa mendapatkan laporan yang menggambarkan situasi restoran Anda hanya dalam hitungan detik. Sangat jauh berbeda dari sistem manual dimana Anda perlu menyediakan satu orang khusus untuk melakukan perhitungan dan membuat laporan yang Anda inginkan.
Dalam sistem komputerisasi yang bagus, Anda bahkan dapat melihat laporan penjualan Anda dari berbagai sudut pandang. Anda dapat melihat dari sisi menu, untuk melihat menu mana saja yang paling laku dan menu mana yang kurang laris. Anda bisa melihat dari sisi jam, untuk melihat jam berapakah restoran Anda paling ramai, dan di jam manakah restoran Anda dalam kondisi sepi, berguna dalam pengaturan jadwal karyawan sehinga Anda dapat mengalokasikan lebih banyak sumber daya Anda ke jam-jam ramai.
Dari sisi pengaturan stok bahan baku, komputer juga dapat menghasilkan laporan-laporan yang berguna untuk manajemen Anda. Laporan jumlah stok bahan baku pada saat ini dapat dengan akurat menunjukkan jumlah stok Anda pada saat ini, yang dapat Anda cocokan dengan kondisi real di gudang Anda untuk melihat apakah ada bahan hilang atau tidak. Laporan kartu stok dapat memperlihatkan pergerakan barang Anda. Laporan penggunaan bahan baku dapat memperlihatkan jumlah bahan baku yang terpakai untuk memasak menu yang dipesan oleh pelanggan, sekaligus menghitung harga dari bahan baku tersebut. Dan masih ada banyak jenis laporan lainnya yang dapat membantu Anda dalam me-manage restoran.
Sumber : ttp://indocashregister.com/2009/03/18/kegunaan-komputer-untuk-bisnis-restoran-mesinkasir/









Tidak ada komentar:
Posting Komentar